Membangun masjid merupakan hal yang lazim bagi umat Islam, khususnya di Indonesia. Dengan
jumlah populasi umat Islam terbesar di dunia, tak heran jika Indonesia menjadi negara dengan
jumlah masjid terbanyak di dunia. Berdasarkan data resmi Kemenag melalui Sistem Informasi
Masjid, terdapat 741.991 Masjid dan Mushalla yang tersebar di wilayah Indonesia. Hal ini
membuktikan bahwa keberadaan Masjid atau Mushalla sebagai tempat ibadah bagi umat Islam,
merupakan sebuah keniscayaan.
Demikian pula halnya di SD Mica, menyambut tahun ajaran baru dengan bertambahnya peserta
didik baru, maka jumlah peserta didik bertambah pula. Dengan aktivitas sehari-hari yang tidak
pernah lepas dari kegiatan keagamaan, sementara aula yang selama ini dipakai untuk shalat
berjamaah dan kegiatan lainnya sudah over capacity, sudah sepatutnya SD Mica memiliki Masjid
sendiri yang representatif, dari sisi kapasitas maupun utilitas.
Menyadari hal tersebut, para stakeholder yang terdiri dari Kepala Sekolah-PRM Sidodadi-PCM Candi
segera membentuk Panitia Pembangunan Masjid untuk SD Mica. Setelah berkali-kali mengadakan
rapat untuk pembangunan masjid tersebut, dipilihlah nama Masjid Al-Mujaddid atas usulan Ustadz
Pristiandi Teguh Cahya selaku Kepala SD Mica. Nama Al-Mujaddid sendiri, jika diartikan
secara bahasa berarti “Sang Pembaharu”. Secara filosofis tentu selaras dengan identitas gerakan
Muhammadiyah yang sering dikenal dengan Gerakan Tajdid (pembaharuan). Harapannya tentu saja,
dari masjid ini lahir generasi penerus Islam, calon kader Persyarikatan, calon kader Umat dan
Bangsa.
Tidak hanya itu, Masjid Al-Mujaddid nantinya diharapkan menjadi pusat aktivitas sosial-keagamaan
bagi warga sekitar SD Mica, serta menjadi simbol syiar bagi Muhammadiyah. Ini sekaligus
membuktikan bahwa kehadiran Lembaga Pendidikan Muhammadiyah selalu memberikan dampak
yang positif, baik bagi warga sekitar maupun masyarakat luas pada umumnya.
Dengan total luas ± 10.100 M2 dan bentuk yang ikonik khas SD Mica, masjid Al-Mujaddid membutuhkan
biaya pembangunan sebesar 4,5 milyar. Angka yang sangat fantastis jika kita ukur dengan ukuran
individual. Sebagai Kepala Sekolah SD Mica, Ustadz Andi menyuntikkan semangat kepada panitia
pembangunan, “Bahwa sesuatu boleh jadi nampak besar jika kita ukur dari sudut pandang pribadi,
namun akan terlihat lebih kecil jika kita ukur dari sudut pandang jamaah (bersama-sama)”.
Atas dasar semangat mengabdi kepada Allah SWT, sekaligus menyambut janji Rasulullah SAW
“Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah, akan Allah bangunkan untuknya rumah di
surga.” (H.R. Muslim). Siapkah kita terlibat dalam pembangunan Rumah Allah?
Penulis : Ibnu Rusdi || Editor : Moh. Rizqi Hidayat

