Ada Apa di Kajian Dakwah Berkemajuan SD Mica?

SD MICA – Alhamdulillah SD Mica sukses menyelenggarakan Kajian Dakwah Berkemajuan dengan tema “Menggali Kedahsyatan Kalimat Tauhid dan Tahmid”. Acara ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan disiarkan langsung di kanal YouTube SDMICA pada hari Jumat, 1 Agustus 2025, pukul 19.00-21.00 WIB. Kajian ini disaksikan oleh pemirsa dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutan pembukanya, Kepala SD Mica, Pristiandi Teguh Cahya, S.Pd., M.PSDM. menyampaikan bahwa Kajian Dakwah Berkemajuan yang diagendakan SD Mica setiap bulan ini diharapkan menjadi wadah bagi pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali murid, serta pemirsa di manapun berada untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan tentang Islam. “Utamanya memupuk keimanan kita sebagai pribadi muslim yang senantiasa mengingat kepada Allah SWT dan bersyukur dalam keadaan lapang maupun sempit. Meskipun secara online, tidak mengurangi semangat kita untuk senantiasa terus belajar,” ujarnya.

Sambutan Kepala Sekolah

Kajian kali ini diasuh oleh Ustadz Ibnu Rusdi, S.Pd.I., yang memaparkan tentang dahsyatnya kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah“. Beliau memulai dengan mengutip QS. Al-Anfal ayat 2, yang menjelaskan bahwa salah satu ciri orang yang beriman adalah ketika nama Allah disebutkan, hati mereka bergetar.

Ustadz Ibnu Rusdi juga menjelaskan bahwa sebaik-baiknya zikir adalah menyebut kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah”, dan sebaik-baiknya doa adalah menyebut kalimat tahmid “Alhamdulillah“. Beliau mengutip QS. Al-Anbiya ayat 25:

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِىٓ إِلَيْهِ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدُونِ

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: ‘Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku’.” Ayat ini menegaskan bahwa hanya Allah SWT, Tuhan yang Haq, yang patut disembah oleh seluruh umat.

Tauhid Ibarat Pohon dengan Akar Tunggang

Allah SWT mengibaratkan kalimat tauhid seperti pohon yang memiliki akar tunggang. Dalam maknanya, seseorang (seorang hamba) yang memiliki iman yang kuat ibarat memiliki akar yang kokoh. Dengan memiliki akar yang kuat (iman), insyaallah dalam keseharian kita sebagai seorang hamba akan senantiasa menjadi pribadi yang taat. Ini layaknya batang, ranting, daun, serta buah sebuah pohon yang memiliki akar kuat, di mana dalam kondisi apapun pohon tersebut tetap kokoh.

Dengan demikian, seseorang yang dalam hatinya terdapat tauhid akan senantiasa memiliki hati yang tenteram, ringan hati, dan lisannya dalam melafalkan kalimat thayyibah tahmid “Alhamdulillah“. Segala sesuatu yang terjadi pada diri dan sekitarnya semata-mata atas izin dan nikmat dari Allah SWT.

Wallahu alam bissawab.

Penulis: Moh. Rizqi Hidayat

Accessibility Toolbar

Bahasa »