Belajar Bersama Ahli Praktisi Pembelajaran dari Jepang

Unesa Surabaya, SD Mica – SD Muhammadiyah 1 Candi Labschool Umsida mendelegasikan 2 guru yaitu Frizka Amalia, S.Pd dan Uswatun Chasanah, S.Pd mengikuti Workshop “Merdeka Belajar Dalam Praktik : Learning Foundation dan Learning Ownership” yang diselenggarakan oleh PGSD FIP UNESA bersama PT. Benesse Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Autorium Lt.7 Fakultas Psikologi Unesa Lidah Wetan, Kota Surabaya, Sabtu (27/4/2024) pukul 08.30–15.30 WIB diikuti sebanyak 70 peserta dari berbagai sekolah dasar.

Sebagai narasumber pada workshop ini didatangkan langsung dari Jepang yaitu Ryo Suzuki, akrab dipanggil Ryo. Ryo ialah salah satu praktisi pembelajaran dari eks tenaga ahli program bantuan pendidikan dari pemerintah Jepang untuk Indonesia. Ia juga mengajar di salah satu satuan pendidikan di Bali.

Ryo Suzuki menyampaikan bahwa transformasi pembelajaran menuju student centered learning bukan hal mudah bagi kita yang merupakan produk pendidikan era teacher centered. Guru dan siswa membutuhkan bantuan supaya bisa lebih siap belajar dengan gaya student centered. Oleh karena itu, Ryo Suzuki mengajak praktek langsung bersama semua guru sekolah dasar pada kegiatan workshop ini terkait “Skill apa saja yang dibutuhkan oleh siswa agar bisa menggenggam kendali pembelajaran dan bagaimana cara guru melatih kemampuan ini kepada semua siswanya”. Berikut Trik atau cara untuk memperkuat kompetensi semua anak untuk hidup dalam kebebasan dalam pembelajaran yang disampaikan oleh Ryo Suzuki.

Pertama, learning foundation adalah awal guru menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman (C-Zone) pada ruang kelas yaitu dengan cara mengajak anak-anak untuk saling mengenal lingkungan sekitarnya. Setelah itu akan tumbuh komunikasi dan kolaborasi antar teman (communication skill dan collaboration skill) yang mana anak merasa nyaman karena sudah mengenal teman sebayanya.

Kedua, learning ownership adalah cara mengembalikan kendali belajar kepada siswa dengan cara memberikan kebebasan siswa dalam berkolaborasi bersama temannya terkait materi yang sudah dijelaskan oleh guru, sehingga setiap siswa dapat memberikan pendapatnya.

Ketiga, inquiry learning adalah kegiatan belajar dalam mengembangkan keterampilan ataupun kebiasaan berpikir dalam menyelesaikan suatu masalah. Disinilah siswa dapat berinovasi dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya dengan cara berkolaborasi bersama teman sebayanya.

Itulah trik dari Ryo Suzuki bahwa untuk memperkuat kompetensi semua anak adalah dengan cara menumbuhkan kepekaan terhadap prinsip mengakui kebebasan. Sehingga, learning foundation atau learning ownership dapat menumbuhkan enam kemampuan siswa yakni confidence (kepercayaan diri), creative innovation (inovasi kreatif), critical thinking (berpikir kritis), content (konten), communication (komunikasi), dan collaboration (kolaborasi).

Penulis : Frizka Amalia | Editor : Moh. Rizqi Hidayat

Leave a Reply

Accessibility Toolbar

Bahasa »